Selasa, 11 Desember 2018

Ciri Khas Arsitektur Rumah Jepang

Setiap negara mempunyai ciri khas dalam arsitektur bangunan, semacam gedung, rumah, tata kota, taman dan lain sebagainya. Perbedaaan tersebut didampakkan sebab kebudayaan yang tak sama dan sejarah dan pengaruh kebudayaan asing yang masuk tak sama pula.

Ciri Khas Arsitektur Rumah Jepang

Dinding-dinding yang tipis, nyaris tak mempunyai materi (kertas yang digunakan untuk penyekat dinding-dinding ruangan). Pemilihan material tersebut dengan cara rasio tak aman dan pada saat musim dingin bakal terasa dinginnya. Tetapi masyarakat Jepang kuat dengan kualitas keyakinannya bahwa Itu adalah sikap Shinto, “bersatu dengan alam dan masih menang”.
Prinsip pada arsitektur Jepang ini telah diambi alih dalam seni Arsitektur Internasional. Arsitektur Jepang lebih lembut dibandingkan dengan bangunan di Yunani. Faktor ini dikarenakan pemilihan material: semacam kertas, kayu, bamboo up, sutra dan jerami.Dalam arsitektur rumah minimalis Jepang, biasanya tersedia ruang tempat minum. Di dalam rumah ini, tersedia tahap-bagian yang unik. Berikut tahap arsitektur yang mempunyai unsur kontras.

1. Antara ruang luar dan dalam, garis bidang yang geometips lurus-datar dan ketat.

2. Warna di dalam ruangan berwarna netral, sedangkan di luar ruangan warna lebih bervariasi.

3. Di dalam ruang utama, tempat penerima tamu dibangun panggung kecil yang berdinding menjorok ke dalam dinding. Tempat tersebut adalah tempat keramat dan disimpan lukisan yang disebut tokonomo. Kadang-kadang, lukisan diganti dengan yang lain alias dipasang syair dengan huruf Jepang yang indah.

4. Pada halaman dan taman dibangun bukan hanya dengan tujuan mempercantik rumah. Tapi berfungsi pula sebagai tahap dari bagaimana menghayati alam dan kenasiban.